UCAPKAN BASMALLAH dan HAMDALAH SEBELUM dan SESUDAH
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
SILAKAN TUNGGU untuk BERSILATURRAHMI

Minggu, 12 Mei 2013

KARYA TULIS ILMIAH MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERVARIASI



KARYA TULIS ILMIAH


MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERVARIASI




















DISUSUN OLEH :
NAMA : HAMDI MUBAROK
NIM : 1001037180




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
PJJ UHAMKA – BOGOR
2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, seuntai kalimat syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT., karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusun dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Bervariasi pada pembelajaran PKn dan MATEMATIKA di Kelas V SD Negeri Curug 06 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2010/2011”.
Karya Tulis Ilmiah  ini disusun dalam rangka pemenuhan salah satu tugas Jurusan  PGSD PJJ Uhamka-Bogor.
Tersusunnya Karya Tulis Ilmiah  ini tidak terlepas dari adanya berbagai sumbangsih pemikiran dan bantuan dari berbagai pihak baik yang bersifat moril maupun materil, baik yang berbentuk data maupun informasi, sehingga proses pelaksanaan penelitian ini berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya.
Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis dibalas dengan pahala yang berlipat-lipat oleh Allah SWT., serta menjadi kebaikan yang tidak pernah terputus baik dunianya maupun akhiratnya.
Sungguh penyusun  sdari sepenuhnya bahwa karya tulis ilmiah ini masih banyak kekurangannya baik dari substansi, metode maupun sistematikanya. Oleh karena itu saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan. Penyusun berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan umumnya dan bagi terlebih lagi bagi penyusun penulis khususnya.

Bogor,      Juni 2011
Penulis


DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN…………………………………………………………………..      i
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………     ii
SURAT PERNYATAAN………………………………………………………………………    iii
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………..    iv
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………..     v
BAB I    PENDAHULUAN……………………………………………………………………     1
1.1.   Latar Belakang Masalah …………………………………………………….     1
1.2.   Rumusan Masalah………………………………………………………………     4
1.3… Tujuan Perbaikan……………………………………………………………….     4
1.4… Manfaat Penelitian……………………………………………………………..     5

BAB II   KAJIAN PUSTAKA………………………………………………………………..     3

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN…………………………………………….     7
3.1.   Tempat dan Waktu Perbaikan………………………………………………     7
3.2.   Prosedur Pelaksanaan…………………………………………………………     7

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN………………………………………………….     9
4.1.   Hasil Pengolahan Data………………………………………………………..     9
4.2.   Deskrisi Temuan dan Refleksi……………………………………………..   19
4.3.   Pembahasan………………………………………………………………………   19

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………   21
5.1.   Kesimpulan……………………………………………………………………….   21
5.2.   Saran………………………………………………………………………………..   21

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah
Keberhasilan anak dalam pembelajaran merupakan harapan setiap guru dan orang tua. Untuk dapat mewujudkan harapan itu, orang tua dan guru perlu memahami anak sebagai manusia seutuhnya yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam dunia pendidikan dan pengajaran yang menjadi fokus perhatian adalah peserta didik dari mulai TK sampai Perguruan Tinggi.
Dalam pembelajaran di kelas, terjadi proses interaksi dan komunikasi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). Guru sebagai subyek (fasilitator) dan peserta didik (siswa) sebagai obyek dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Dalam bukunya Hamalik (1995) menyebutkan pembelajaran sebagai suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur manusia, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Metoda pembelajaran adalah salah satu faktor penentu keberhasilan di samping media pembelajaran. Karena metoda adalah bagian yang internal dari proses pembelajaran di sekolah. Metoda adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Artinya guru tidak hanya harus menguasai metodologi tetapi juga harus mampu memilih dengan tepat metoda yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
Efektif tidaknya penggunaan metoda tergantung dari kemampuan guru itu sendiri dalam mengelola pembelajaran.
Guru sebagai perancang pembelajaran dan pelaku perbaikan harus bisa menemukan jalan keluar (solusi) sehingga tujuan perbaikan pembelajaran di kelas dapat tercapai. Dalam melakukan perbaikan guru hendaknya berkolaborasi dengan teman sejawat (kepala sekolah, guru) agar dapat menemukan hasil setelah melakukan penelitian tindakan kelas.
Melalui laporan hasil penelitian tindakan kelas ini, diharapkan ada perubahan pada diri pendidik terutama dalam penggunaan metoda dan media pembelajaran agar dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat dalam meningkatkan hasil belajar.
Permasalahan yang melatar belakangi tindakan kelas ini diantaranya penggunaan metoda yang kurang relevan, kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran dan kurangnya alat atau media yang menunjang pembelajaran.
Pemakaian metoda yang efektif akan meningkatkan motivasi belajar siswa maupun hasil pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang berhasil pada umumnya ditunjukan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa, dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang biasanya dinyatakan dengan nilai.
Berdasarkan data nilai siswa pada proses pembelajaran Matematika tentang memahami pentingnya penghematan energi dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang negara-negara ASEAN di Kelas V (Lima) SD Negeri Curug 06, penulis dapat menyimpulkan bahwa penguasaan materi kurang memuaskan, karena nilainya masih di bawah standar.
Data nilai yang diperoleh pada mata pelajaran Matematika yaitu :
-          Pada Rencana Pembelajaran (RP) terdapat 18 siswa dari 35 siswa atau sekitar 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran.
-          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I  terjadi peningkatan yaitu hanya 6 siswa dari 35 siswa atau 17,14% . Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran cukup berhasil namun secara klasikal belum memenuhi standar pencapaian yaitu 85%.
-          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II semua siswa (100%) telah menguasai materi pembelajaran.
Data nilai yang diperoleh pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu :
-          Pada Rencana Pembelajaran (RP) terdapat 24 siswa dari 35 siswa atau sekitar 68,57% yang belum menguasai materi pembelajaran.
-          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I sudah terjadi peningkatan namun belum signifikan. Hal ini terlihat ditunjukan oleh 18 siswa dari 35 siswa atau 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran.
-          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II, peningkatan nilai siswa terlihat signifikan sekali, yaitu 34 siswa dari 35 siswa atau 97,14% sudah menguasai materi pembelajaran.
Secara umum dapat disimpulkan hasil perbaikan pembelajaran dari siklus ke siklus mengalami peningkatan dan tingkat penguasaan materi semakin lancar.
Identifikasi pada mata pelajaran Matematika diantaranya adalah :
  1. Metoda yang digunakan kurang sesuai.
  2. Siswa tidak termotivasi untuk bertanya tentang materi yang belum dikuasai.
  3. Penjelasan materi kurang dipahami siswa.
  4. Siswa tidak pro aktif dalam pembelajaran.
Sedangkan identifikasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diantaranya sebagai berikut :
  1. Penggunaan metoda yang kurang bervariatif.
  2. Penjelasan guru yang kurang lengkap dan rinci.
  3. Penjelasan guru terlalu cepat sehingga membingungkan siswa.
  4. Siswa kurang termotivasi untuk menjawab pertanyaan guru.
Setelah teridentifikasi masalah tersebut, penulis berkolaborasi dan berdiskusi dengan teman sejawat dan supervisor sehingga dapat ditemukan penyebab kegagalan pembelajaran bukan hanya datang dari siswa tetapi juga datang dari guru.
Dari uraian diatas dapat dianalisis masalah yang timbul disebabkan antara lain :
  1. Metoda yang digunakan oleh guru monoton kurang bervariatif.
  2. Dalam memberikan penjelasan materi, guru tidak optimal menggunakan alat peraga.
  3. Rendahnya minat dan motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran.

1.2.  Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang pada hal-hal yang telah diidentifikasi pada penelitian tindakan kelas, maka dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut :
  1. Bagaimana memilih metoda yang baik agar proses pembelajaran berjalan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan?
  2. Bagaimana cara menggunakan alat peraga agar lebih meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran?
  3. Bagaimana cara memotivasi siswa agar timbul keberanian untuk melakukan tanya jawab?
Hasil rumusan masalah ini bertujuan agar dapat meningkatkan prestasi siswa pada mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

1.3.  Tujuan Perbaikan
Rumusan masalah yang telah ditetapkan merupakan acuan untuk mencapai tujuan perbaikan.
Tujuan perbaikan yaitu upaya untuk menyelesaikan permasalahn yang telah ditemukan dalam proses pembelajaran dan perbaikan. Pelaksanaan perbaikan juga bertujuan untuk membantu kinerja guru sebagai tenaga professional dalam melakukan proses pembelajaran.
Melalui penelitian dan tindakan kelas serta perbaikan dari siklus ke siklus, diharapkan kinerja guru dapat meningkatkan pemahaman dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu :
  1. Menemukan metoda pembelajaran yang variatif sehingga pembelajaran tidak monoton terutama untuk mata pelajaran PKn.
  2. Menggunakan alat peraga semaksimal mungkin, sehingga guru dapat mendata permasalahannya.
  3. Mencari cara untuk memotivasi siswa agar berani untuk melakukan tanya jawab.
  4. Merancang alat peraga yang cocok untuk materi ajar.
1.4.  Manfaat Perbaikan
Dari hasil kegiatan pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan perbaikan pembelajaran­-pembelajaran dari siklus ke siklus dapat menghasilkan manfaat bagi guru, siswa dan pendidik pada umumnya.
  1. Manfaat bagi guru
    1. Menemukan masalah yang ditimbulkan sendiri dalam proses pembelajaran sehingga penelitian ini akan membantu guru untuk memperbaiki pembelajaran.
    2. Meningkatkan sikap professional guru dalam proses pembelajaran.
    3. Guru akan lebih percaya diri dan berperan aktif mengembangkan pengetahuannya dan lebih terampil menemukan gagasan yang menunjang pembelajaran.
  2. Manfaat bagi siswa
    1. Meningkatkan prestasi belajar siswa
    2. Siswa bersikap lebih kritis dalam menerima pelajaran
  3. Manfaat bagi sekolah dan pendidikan
    1. Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan
    2. Pembelajaran di sekolah lebih bersifat kreatif dan inovatif, sehingga pengembangan dan pemantapan pembelajaran akan lebih terarah, fokus, efektif dan efisien.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Sebagai bahan penyusunan penulisan laporan ini, kami kemukakan beberapa kajian pustaka yang mendukung dalam proses pelaksanaan penelitian kelas.
  1. Menurut Gagne, Briggs dan Wanner (1992), pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa.
  2. Oemar Hamalik (1995:57), menyebutkan pembelajaran sebagai suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsure manusia, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  3. Menurut Mills (2000), mendefinisikan penelitian tindakan kelas sebagai systemic inquiry yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, atau konselor sekolah untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktik yang dilakukannya.
  4. Gagne dan Beiliner (1984), mengungkapkan tanpa adanya perbuatan tidak mungkin adanya belajar, jadi minat belajar harus ditimbulkan dari diri siswa.
  5. Menurut Richard Winter (1996) tentang kolaboratoris, yaitu dalam penelitian tindakan kelas diperlukan hadirnya pihak lain seperti atasan dan teman sejawat.
  6. Hopkins (1993), menerangkan bahwasanya guru dapat mulai dengan suatu gagasan untuk melakukan perbaikan, kemudian mencoba memfokuskan gagasan tersebut.
  7. Empat langkah perbaikan dari Mills (2000) yaitu (1) mengidentifikasi satu bidang/masalah yang menjadi perhatian kita, (2) mengumpulkan data, (3) menganaliss dan menginterpretasi data, serta (4) mengembangkan rencana tindakan.
  8. Mills (2000), mendefinisikan analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
            Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Curug 06 mulai tanggal 3 Maret 2011 sampai 10 Maret 2011 jadwal pelaksanaan pembelajaran untuk setiap siklus sebagai berikut :
JADWAL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
No.
Hari/Tanggal
Mata Pelajaran
Siklus
1.
Kamis,
10 Maret 2011
MATEMATIKA
1
2.
Kamis,
17 Maret 2011
MATEMATIKA
2
3.
Kamis,
3 Maret 2011
PKn
1
4.
Kamis,
3 Maret 2011
PKn
2

            Prosedur Pelaksanaan
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran Matematika adalah sebagai berikut :
  1. Merevisi model pelaksanaan pembelajaran
  2. Memberi tugas pra KBM untuk memahami pentingnya penghematan energi
  3. Mengajukan pertanyaan tentang materi sebelumnya sebagai apersepsi pada kegiatan awal
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
  5. Menjelaskan materi pelajaran
  6. Mengarahkan siswa untuk mengerjakan tugas dengan teman sebangku
  7. Menyelesaikan tugas-tugas latihan
  8. Menyimpulkan materi yang telah diajarkan
  9. Memberikan tugas pekerjaan rumah
Berdasarkan dari masalah-masalah yang dihadapi yaitu banyaknya siswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan.
Beberapa kegiatan khusus yang dapat menjadi perhatian dalam pembelajaran Matematika adalah memberikan banyak contoh dan latihan serta menggunakan media pembelajaran atau alat peraga yang memadai.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah sebagai berikut :
  1. Mengabsen kehadiran siswa sebagai pra KBM
  2. Mengadakan apersepsi tentang materi yang pernah diajarkan pada pembelajaran sebelumnya.
  3. Memajangkan alat peraga peta ASEAN di depan kelas untuk memotivasi perhatian siswa
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
  5. Menjelaskan materi pelajaran tentang negara-negara ASEAN
  6. Mengadakan tanya jawab tentang materi pelajaran secara klasikal
  7. Menyimpulkan materi pelajaran
  8. Memberikan tugas untuk didiskusikan


             
             



BAB IV
HASIL YANG DIPEROLEH

            Pengolahan Data
Dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran ada beberapa data yang dapat disajikan berkaitan dengan masalah yang merupakan fokus perbaikan. Data tersebut adalah :
4.1.1. Data nilai hasil tes akhir pada mata pelajaran Matematika dari Rencana Perbaikan Pembelajaran pada Siklus 1 dan Siklus 2.

DATA HASIL BELAJARA SISWA
MATA PELAJARAN MATEMATIKA SELAMA 2 SIKLUS PTK

No.
Nama siswa
Siklus
Jumlah
Rata-Rata
RP
RPP 1
RPP 2
1
Ade Rusmana
50
65
70
195
65,00
2
Amelia Rinjani
50
60
80
220
73,33
3
Awaliah
60
75
90
250
83,33
4
Asep Awaludin
60
60
90
240
80,00
5
Amelia Sasmita
60
70
100
245
81,67
6
Aan Darwati
50
60
60
140
46,67
7
Andri
60
60
80
210
70,00
8
Desi Maelani
70
70
85
235
78,33
9
Herwi
60
75
70
160
53,33
10
Junaedi
50
65
70
160
53,33
11
Juli
60
65
70
190
63,33
12
Juminah
70
60
70
195
65,00
13
Karidah
60
65
80
190
63,33
14
Martini
50
60
80
190
63,33
15
Marsiti
50
55
80
210
70,00
16
Nuraliah
80
90
100
245
81,67
17
Nanang M. R.
55
60
80
190
63,33
18
Nurhani
55
60
90
190
63,33
19
Nurjanah
65
80
100
270
90,00
20
Omah
40
50
90
180
60,00
21
Robihu Anwar
70
70
100
210
70,00
22
Ramah
70
75
100
220
73,33
23
Rodiah
50
60
80
210
70,00
24
Sumiati
40
55
80
190
63,33
25
Siti Marwati
70
60
70
210
70,00
26
Suharja
60
60
80
230
76,67
27
Syarifuddin
70
75
80
200
66,67
28
Sidik
50
60
90
215
71,67
29
Surya
50
55
80
205
68,33
30
Siti Nurlela
50
50
90
200
66,67
31
Samhudin
70
60
90
255
85,00
32
Saduri
58
60
75
205
68,33
33
Sunarya
55
60
80
205
68,33
34
Uminah
50
55
70
190
63,33
35
Yani Nariah
55
60
70
190
63,33
JUMLAH
2.023
2.220
2.870
7.240
2.413
RATA-RATA
57,80
63,43
82,00
206,86
68,95


DATA PENGUASAAN PENGUASAAN MATERI PEMBELAJARAN
PADA PELAJARAN MATEMATIKA SELAMA SIKLUS PTK

No.
Nama siswa
Siklus
Rata-Rata
RP
RPP 1
RPP 2
1
Ade Rusmana
50%
65%
70%
65,00%
2
Amelia Rinjani
50%
60%
80%
73,33%
3
Awaliah
60%
75%
90%
83,33%
4
Asep Awaludin
60%
60%
90%
80,00%
5
Amelia Sasmita
60%
70%
100%
81,67%
6
Aan Darwati
50%
60%
60%
46,67%
7
Andri
60%
60%
80%
70,00%
8
Desi Maelani
70%
70%
85%
78,33%
9
Herwi
60%
75%
70%
53,33%
10
Junaedi
50%
65%
70%
53,33%
11
Juli
60%
65%
70%
63,33%
12
Juminah
70%
60%
70%
65,00%
13
Karidah
60%
65%
80%
63,33%
14
Martini
50%
60%
80%
63,33%
15
Marsiti
50%
55%
80%
70,00%
16
Nuraliah
80%
90%
100%
81,67%
17
Nanang M. R.
55%
60%
80%
63,33%
18
Nurhani
55%
60%
90%
63,33%
19
Nurjanah
65%
80%
100%
90,00%
20
Omah
40%
50%
90%
60,00%
21
Robihu Anwar
70%
70%
100%
70,00%
22
Ramah
70%
75%
100%
73,33%
23
Rodiah
50%
60%
80%
70,00%
24
Sumiati
40%
55%
80%
63,33%
25
Siti Marwati
70%
60%
70%
70,00%
26
Suharja
60%
60%
80%
76,67%
27
Syarifuddin
70%
75%
80%
66,67%
28
Sidik
50%
60%
90%
71,67%
29
Surya
50%
55%
80%
68,33%
30
Siti Nurlela
50%
50%
90%
66,67%
31
Samhudin
70%
60%
90%
85,00%
32
Saduri
58%
60%
75%
68,33%
33
Sunarya
55%
60%
80%
68,33%
34
Uminah
50%
55%
70%
63,33%
35
Yani Nariah
55%
60%
70%
63,33%
RATA-RATA
58,86%
63,43%
82,00%
68,95%


Keterangan :
Penguasaan materi  68,95% pada pembelajaran Matematika.
  1. Pada Rencana Pembelajaran :  58,86%
  2. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 :  63,43%
  3. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 :  82,00%

GRAFIK BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SELAMA SIKLUS PTK
DATA HASIL BELAJARA SISWA
MATA PELAJARAN PKn SELAMA 2 SIKLUS PTK

No.
Nama siswa
Siklus
Jumlah
Rata-Rata
RP
RPP 1
RPP 2
1
Ade Rusmana
60
65
90
220
71,67
2
Amelia Rinjani
70
70
80
210
73,33
3
Awaliah
80
80
90
250
83,33
4
Asep Awaludin
70
80
100
260
83,33
5
Amelia Sasmita
70
75
100
250
81,67
6
Aan Darwati
30
50
80
170
53,33
7
Andri
60
70
80
210
70,00
8
Desi Maelani
70
80
90
240
80,00
9
Herwi
30
60
80
170
56,67
10
Junaedi
40
50
75
175
55,00
11
Juli
60
60
100
230
73,33
12
Juminah
60
65
90
220
71,67
13
Karidah
50
60
90
210
66,67
14
Martini
50
60
80
190
63,33
15
Marsiti
60
70
80
210
70,00
16
Nuraliah
70
75
100
270
81,67
17
Nanang M. R.
50
60
80
200
63,33
18
Nurhani
40
60
90
200
63,33
19
Nurjanah
80
90
100
270
90,00
20
Omah
40
50
90
190
60,00
21
Robihu Anwar
50
60
100
225
70,00
22
Ramah
60
60
100
240
73,33
23
Rodiah
60
70
80
210
70,00
24
Sumiati
50
60
80
190
63,33
25
Siti Marwati
80
60
100
280
80,00
26
Suharja
80
70
100
280
83,33
27
Syarifuddin
60
60
100
240
73,33
28
Sidik
60
65
90
220
71,67
29
Surya
60
65
100
240
75,00
30
Siti Nurlela
50
60
90
200
66,67
31
Samhudin
80
85
100
280
88,33
32
Saduri
70
60
75
195
68,33
33
Sunarya
60
65
80
210
68,33
34
Uminah
60
60
90
210
70,00
35
Yani Nariah
60
60
80
200
66,67
JUMLAH
2.080
2.290
3.130
7.765
2.500
RATA-RATA
59,43
65,43
89,43
221,86
71,43


DATA PENGUASAAN PENGUASAAN MATERI PEMBELAJARAN
PADA PELAJARAN PKn SELAMA SIKLUS PTK

No.
Nama siswa
Siklus
Rata-Rata
RP
RPP 1
RPP 2
1
Ade Rusmana
60%
65%
90%
71,67%
2
Amelia Rinjani
70%
70%
80%
73,33%
3
Awaliah
80%
80%
90%
83,33%
4
Asep Awaludin
70%
80%
100%
83,33%
5
Amelia Sasmita
70%
75%
100%
81,67%
6
Aan Darwati
30%
50%
80%
53,33%
7
Andri
60%
70%
80%
70,00%
8
Desi Maelani
70%
80%
90%
80,00%
9
Herwi
30%
60%
80%
56,67%
10
Junaedi
40%
50%
75%
55,00%
11
Juli
60%
60%
100%
73,33%
12
Juminah
60%
65%
90%
71,67%
13
Karidah
50%
60%
90%
66,67%
14
Martini
50%
60%
80%
63,33%
15
Marsiti
60%
70%
80%
70,00%
16
Nuraliah
70%
75%
100%
81,67%
17
Nanang M. R.
50%
60%
80%
63,33%
18
Nurhani
40%
60%
90%
63,33%
19
Nurjanah
80%
90%
100%
90,00%
20
Omah
40%
50%
90%
60,00%
21
Robihu Anwar
50%
60%
100%
70,00%
22
Ramah
60%
60%
100%
73,33%
23
Rodiah
60%
70%
80%
70,00%
24
Sumiati
50%
60%
80%
63,33%
25
Siti Marwati
80%
60%
100%
80,00%
26
Suharja
80%
70%
100%
83,33%
27
Syarifuddin
60%
60%
100%
73,33%
28
Sidik
60%
65%
90%
71,67%
29
Surya
60%
65%
100%
75,00%
30
Siti Nurlela
50%
60%
90%
66,67%
31
Samhudin
80%
85%
100%
88,33%
32
Saduri
70%
60%
75%
68,33%
33
Sunarya
60%
65%
80%
68,33%
34
Uminah
60%
60%
90%
70,00%
35
Yani Nariah
60%
60%
80%
66,67%
RATA-RATA
59,43%
65,43%
89,43%
71,43%

Keterangan :
Penguasaan materi  71,43% pada pembelajaran PKn.
  1. Pada Rencana Pembelajaran :  59,43%
  2. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 :  65,43%
  3. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 :  89,43%


GRAFIK BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN PKn SELAMA SIKLUS PTK



4.2.    Deskripsi Temuan dan Refleksi
Hasil temuan dan refleksi dari permasalahan yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran menunjukan hasil yang membawa pengaruh positif pada penguasaan materi, sehingga siswa aktif belajar, kualitasnya meningkat, banyak merespon pertanyaan guru dan motivasi untuk bertanya pun meningkat.
Data hasil pembelajaran Matematika sebelum perbaikan pembelajaran menunjukkan bahwa terdapat 18 siswa dari 35 siswa atau sekitar 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran. Hal ini terbukti dari nilai yang tidak memenuhi KKM Mata Pelajaran Matematika yaitu 60. Pada rencana perbaikan pembelajaran PKn Siklus I ada 6 siswa dari 35 siswa atau 17,146% yang belum menguasai materi pembelajaran dan pada perbaikan pembelajaran Siklus II terjadi peningkatan yang begitu signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa penguasaan materi pembelajaran mengalami peningkatan sedangkan tingkat kesulitan penguasaan materi semakin menurun.
Pada rencana pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) terdapat 24 siswa dari 35 siswa atau sekitar 68,57% yang belum menguasai materi pembelajaran. Hal ini terbukti dari nilai yang tidak memenuhi KKM Mata Pelajaran PKn yaitu 65. Pada rencana perbaikan pembelajaran PKn Siklus I ada 18 siswa dari 35 siswa atau 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran dan pada perbaikan pembelajaran Siklus II terjadi peningkatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa penguasaan materi pembelajaran mengalami peningkatan sedangkan tingkat kesulitan penguasaan materi semakin menurun.

4.2.    Pembahasan
Metoda adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi dalam upaya menyampaikan materi pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan teman sejawat dan hasil latihan siswa, ditemukan bahwa dengan metoda pemberian tugas dan latihan pada siklus kedua pembelajaran Matematika sudah melebihi target yang ditetapkan. Dalam hal ini diukur dengan KKM untuk Mata Pelajaran Matematika yaitu 60. Meskipun pada Siklus Pertama kenaikannya belum terlalu signifikan. Dari hal ini, guru selalu bekerja sama dan menerima masukan dari pengamat dan siswa, sehingga selalu memperhatikan kelas dan semakin rinci dan menjelaskan materi, memvariasikan metode yang digunakan dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dan mencoba kepada anak yang pasif, tetapi anak tersebut dapat menjawab dengan benar. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip keterampilan dasar mengajar, khususnya keterampilan bertanya (Wardani, 2003) sebagaimana yang terungkap dari data yang dikumpulkan oleh pengamat selaku observer. Perhatian guru tidak hanya terpusat kepada anak-anak yang duduk di depan kelas, tetapi ke seluruh kelas.
Teori makna (meaning theory) dari Ausubel, mengemukakan pentingnya kebermaknaan pembelajaran akan membuat pembelajaran lebih bermanfaat dan akan lebih mudah dipahami serta diingat oleh siswa.
Kebermaknaan adalah pernyataan konsep-konsep dalam bentuk bagan, diagram ataupun peta, yang mana tampak keterikatan antara konsep-konsep yang diberikan.
Dengan menggunakan metoda yang bervariasi anak tidak monoton dan tidak jenuh memperhatikan materi pembelajaran bahkan anak lebih termotivasi pada materi seperti halnya pada pembelajaran PKn setelah guur memperlihatkan alat peraga berupa peta dan memajangkannya di depan kelas, suasana menjadi ceria. Karena perhatian anak terfokus pada gambar dan alat peraga yang ada di depan kelas.
Berdasarkan teori di atas dan hasil observasi penulis merencanakan dan melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan cara pemberian metoda yang relevan kepada siswa.


BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.      Kesimpulan
Dari uraian yang telah penulis paparkan di atas, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Penggunaan metoda pembelajaran yang tepat akan lebih cepat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sehingga akan meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa secara keseluruhan.
  2. Perlu ditetapkannya pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan pada setiap penyampaian materi pelajaran, karena hal ini akan membuat anak tertarik dan lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajarnya.
  3. Penggunaan media atau alat peraga akan menjadikan kelas lebih ceria dan setiap anak akan merasa senang belajar, sehingga tidak akan ada yang mengantuk atau bermain-main dengan teman-temannya.

5.2.      Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh guru diantaranya :
  1. Penggunaan metoda yang bervariasi perlu ditetapkan oleh semua guru agar pencapaian target pembelajaran lebih cepat tercapai.
  2. Penciptaan kondisi pembelajaran yang aktif, kretif dan menyenangkan agar siswa lebih termotivasi dan tertarik untuk belajar
  3. penggunaan media pembelajaran atau alat peraga agar siswa lebih ceria dan merasa senang dalam belajar.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Andayani, dkk. (2008), Pemantapan Kemampuan Profesional, Jakarta : Universitas Terbuka.
  2. Gagne, Briggs dan Wager (1992), Teori Belajar dan Pembelajaran. Hal. 1.19, Jakarta : Universitas Terbuka.
  3. Hamalik, Oemar (1995:57), Pengantar Pendidikan, Hal. 3.30, Jakarta : Universitas Terbuka.
  4. Hopkins (1993), Penelitian Tindakan Kelas, Hal. 2.5. Jakarta : Universitas Terbuka.
  5. Mills (2000), Penelitian Tindakan Kelas, Hal. 2.5. Jakarta : Universitas Terbuka.
  6. Sociati (2003), Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Universitas Terbuka.
  7. Wardhani, IGAK (2007), Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Universitas Terbuka.